Anda Disini: UKMPPD » Materi » Mengenal UKMPPD, Syarat Peserta dan Kelulusannya

Mengenal UKMPPD, Syarat Peserta dan Kelulusannya

UKMPPD
UKMPPD

Apakah Kamu mahasiswa kedokteran yang kini sudah memasuki tahap akhir perkuliahan? Jika demikian, Kamu harus memulai menyiapkan diri untuk menghadapi Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD). Ya, apa yang Kamu lakukan ini sudah tepat dengan melakukan persiapan sejak dini. Meskipun sebatas mencari informasi, mengenal dan mengetahui mekanisme ujian ini bisa sangat berarti pada tahap awal.  

Apa Itu UKMPPD?  

Seperti yang dijelaskan di atas, bahwa kepanjangan dari UKMPPD adalah Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter. Dan dari namanya saja, Kamu mungkin sudah memiliki gambaran sekilas tentang apa yang akan Kamu hadapi sebagai seorang mahasiswa tersebut. Ya, ini adalah sebuah ujian kompetensi yang harus dituntaskan mahasiswa program profesi dokter agar layak dan sah untuk menjadi seorang dokter. 

Artinya, meskipun Kamu sudah menyelesaikan program pendidikan dokter, belum bisa langsung mendapatkan ijazah dokter. Kamu masih belum dianggap layak dan sah untuk membuka praktik sebagai seorang dokter, jika belum lulus ujian kompetensi ini. Hal ini berlaku meski Kamu sudah menjalani pendidikan preklinik dan klinik di rumah sakit sekalipun. 

Tanpa ijazah dokter dan tidak boleh mengabdikan diri di bidang pembangunan kesehatan, Kamu tetap bergelar sebagai sarjana kedokteran. Masih ada bidang lain yang juga memerlukan jasamu dan bisa Kamu singgahi sementara menjalani ujian kompetensi ini. Kamu yang belum lulus uji kompetensi ini, tetap bisa menggunakan gelar sarjana kedokteran untuk bekerja di bidang lain.

Sekilas Sejarah dan Landasan UKMPPD

Tak ada salahnya Kamu mengetahui sedikit sejarah tentang adanya uji kompetensi yang sempat menjadi pro kontra ini. Nah, sebelum menggunakan UKMPPD, para calon dokter menjalani Uji Kompetensi Dokter Indonesia (UKDI). Proses yang harus dilalui oleh seorang calon dokter pada saat itu antara lain

  • Menempuh kuliah preklinik
  • Menempuh pendidikan klinik selama 1,5 tahun atau 2 tahun (koas di RS, klinik maupun puskesmas)
  • Mengambil sumpah sebagai dokter dan mendapat ijazah dokter dari fakultas kedokteran perguruan tinggi 
  • Untuk bisa mendapatkan izin untuk membuka praktik, maka dokter tersebut harus menjalani UKDI 
  • Setelah dinyatakan lulus UKDI, maka dokter bisa mendapatkan  Surat Tanda Registrasi dari Konsil Kedokteran Indonesia yang dibutuhkan untuk mengajukan Izin Praktik Kedokteran.

Akan tetapi dalam perkembangannya, tercatat cukup banyak dokter yang sudah bekerja namun belum lulus UKDI. Sebagian mereka bekerja di RS, Dinas Kesehatan ataupun pekerjaan lainnya yang berhubungan dengan profesi kedokteran. Para dokter yang sudah lulus dari perguruan tinggi tersebut, tidak bisa bisa lagi menerima bimbingan ataupun pembinaan dari kampus. 

Dengan alasan agar pihak perguruan tinggi ikut berkontribusi bagi keberlangsungan karir para dokter yang belum lulus UKDI tersebut, maka UKDI kemudian diubah menjadi UKMPPD. Dengan demikian, para dokter tersebut bisa mendapat dosen pembimbing  agar kemudian dapat membuka praktik sebagai dokter. Ujian ini sendiri diselenggarakan oleh Kemristekdikti bekerja sama dengan sejumlah instansi dan lembaga profesi. Pihak yang bekerja sama ini antara lain Kementerian Kesehatan, Konsil Kedokteran Indonesia, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia dan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia.

Kini, model uji kompetensi inilah yang dijadikan syarat untuk mendapatkan ijazah dan sertifikat kompetensi dokter. Setelah lulus ujian tersebut, maka para calon dokter tersebut dapat disumpah sebagai dokter. Hal ini didasarkan pada UU No.29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dan UU No.20 tahun 2013 tentang Pendidikan Dokter.

Manfaat dan Pentingnya UKMPPD

Tentu saja ada alasan mengapa diperlukan model uji kompetensi yang baru ini menggantikan model ujian sebelumnya. Ada beberapa alasan pemerintah menerapkan UKMPPD ini kepada para mahasiswa kedokteran. Berikut beberapa penjelasannya

1. Menjaga Standar Kompetensi Kedokteran

Pentingnya diadakan UKMPPD, utamanya adalah demi menjaga standar kompetensi lulusan program profesi dokter. Ujian ini menjadi penilaian tahap akhir atas proses pendidikan kedokteran yang dijalani oleh para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang ada di seluruh Indonesia. Dengan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa para dokter baru memiliki kompetensi yang telah terstandarisasi secara merata.

2. Memastikan Layanan Kesehatan yang Terbaik 

Dengan dokter-dokter baru yang telah distandarisasi tersebut, memungkinkan pemerintah untuk menjaminkan layanan kesehatan yang terbaik bagi masyarakat di manapun berada.  Dengan kata lain, ujian ini juga menjadi upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan kesehatan secara optimal kepada rakyat secara lebih merata. 

3. Menjaga Prinsip Keadilan bagi Seluruh Sarjana Kedokteran.

Pemerintah berusaha untuk memberikan rasa keadilan bagi para mahasiswa yang menjalani pendidikan kedokteran mereka terlepas dari perguruan tinggi mana yang dipilih. Dengan begitu, para dokter baru akan dinilai dengan harkat yang setara, entah itu sebagai lulusan perguruan tinggi negeri maupun swasta. Tidak ada lagi alasan dokter lulusan perguruan tinggi swasta untuk merasa minder di dunia kerja.  

Syarat dan Ketentuan Mengikuti UKMPPD

Secara garis besar, syarat dan ketentuan yang diperlukan oleh mahasiswa kedokteran untuk mengikui ujian ini antara lain:  

  1. Mahasiswa kedokteran harus sudah menyelesaikan pendidikan preklinik,
  2. Mahasiswa kedokteran juga harus sudah menuntaskan pendidikan klinik, dan
  3. Mahasiswa kedokteran sudah dinyatakan lulus oleh fakultas kedokteran perguruan tinggi.  

Mekanisme Pelaksanaan UKMPPD

Dalam pelaksanannya, UKMPPD terbagi ke dalam 2 jenis ujian yang harus dilalui oleh para calon dokter. Kedua bagian ini adalah ujian berbasis komputer (Computer Based Test/ CBT) dan  ujian roleplay dokter dan pasien (Objective Structured Clinical Examination/ OSCE). Untuk dinyatakan lulus, maka mahasiswa kedokteran harus dinyatakan lulus pada masing-masing jenis ujian.   

1. CBT UKMPPD

Jika dibandingkan dengan jenis ujian satunya, yaitu OSCE, maka bisa dikatakan bahwa tes ini merupakan bagian ujian teori. Dengan demikian, tes ini digunakan untuk menguji apakah para calon dokter sudah memiliki penguasaan materi yang cukup atau masih kurang. Kamu dapat berlatih ujian CBT melalui website ukmppd ini yang menyediakan latihan soal UKMPPD secara gratis. Berikut beberapa penjelasan dari ujian CBT ini: 

  • Ujian berbasis pilihan ganda yang dikerjakan melalui komputer
  • Tes ini dijalani oleh semua peserta UKMPPD bersama-sama dalam 1 hari yang terbagi ke dalam 2 sesi
  • Biasanya, sesi pertama dilakukan pada pagi hari dari pukul 9:00 WIB hingga selesai sebelum sesi kedua yang dibuka pada siang hari pukul 13:00 WIB
  • Sebelum masuk ke ruangan dan mengerjakan tes, para peserta akan menjalani karantina terlebih dahulu selama 1 jam
  • Setelah karantina, peserta memiliki kesempatan untuk mencoba komputer dan beradaptasi dengan tampilan dan fungsi software ujian. Durasinya selama 3 menit dan sebaiknya dimanfaatkan secara optimal. 
  • Peserta mengerjakan 150 soal pilihan ganda dengan durasi pengerjaan selama 200 menit. 
  • Seluruh soal dalam tes ini berasal dari 13 topik berbeda. Tentu saja menggunakan sebaran komposisi jumlah soal yang bervariasi masing-masing topiknya.
  • Agar dinyatakan lulus dalam CBT UKMPPD, peserta harus mendapatkan nilai 66 atau lebih. Dengan kata lain, peserta tidak boleh menjawab salah sampai 51 nomor soal dari total 150 soal.

2. OSCE UKMPPD

Jika tes di atas lebih bersifat teori, maka OSCE cenderung sebagai ujian praktik. Penilaian dari tes ini didasarkan pada cara dan kriteria penilaian tertentu terhadap apa tindakan para peserta. Berikut sekilas penjelasannya: 

  • Penilaian dilakukan berbasis roleplay (bermain peran) antara peserta sebagai seorang dokter umum dengan pasien. 
  • Biasanya, peserta diuji melalui 12 station yang mewakili 12 topik berbeda. Setiap station, durasi yang bisa digunakan adalah selama 15 menit.
  • Peserta diminta berperan sebagai dokter, mempraktekkan skill sesuai dengan standar kompetensi dokter umum Indonesia.  
  • Nilai kelulusan untuk ujian ini adalah 66.36%, berdasarkan cara dan kriteria penilaian tertentu

Jadwal, Syarat Kelulusan dan Biaya UKMPPD

Ujian ini biasanya digelar 4 kali dalam jangka waktu 1 tahun, yaitu jarak 3 bulan sekali (bulan Februari, Mei, Agustus dan November). Hal ini memungkinkan peserta yang belum lulus dari UKMPPD gelaran sebelumnya, bisa segera menyiapkan diri kembali dan mengikuti ujian berikutnya 3 bulan mendatang. Peserta ini kemudian disebut sebagai retaker. 

Syarat kelulusan dari ujian ini adalah peserta mendapatkan nilai yang sesuai atau di atas ambang nilai yang sudah ditentukan pada kedua jenis ujian (CBT dan OSCE). Apabila nilai salah satu atau keduanya masih kurang, bisa mengikuti ujian periode berikutnya (3 bulan mendatang).  Namun apabila peserta belum lulus pada salah satu ujian, misalnya OSCE saja, maka tidak perlu mengikuti CBT lagi pada periode berikutnya dan cukup mendaftar untuk OSCE saja. 

Biaya pendaftaran untuk CBT UKMPPD adalah Rp.400 ribu, sementara OSCE UKMPPD sebesar Rp.600 ribu. Peserta hanya perlu mendaftar sesuai ujian yang akan ditempuh, misalnya CBT saja, OSCE saja atau keduanya.   

Akhir Kata 

Biasanya, para calon dokter baru hanya memiliki waktu yang singkat untuk menyiapkan diri menjelang UKMPPD. Hal ini kemudian menjadikan ujian ini sebagai salah satu tahapan krusial bagi para calon dokter. Dan salah satu cara terbaik untuk melakoninya adalah, dengan menyiapkan diri sesegera mungkin. Semoga, tulisan ini memberikanmu wawasan awal tentang apa itu UKMPPD dan bagaimana Kamu harus bersikap dan bersiap.

Bagikan Ke Teman Sejawat